Header Ads

Terkuak, Cahaya dari bumi yang paling Terang jika dilihat diluar angkasa

Selama beberapa waktu bumi dari luar angkasa terlihat bercahaya pada suatu titik. Kilauan cahaya itu diabadikan Deep Space Climate Observatory (DSCOVR) milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pada 2015.

Alexander Marshak, Ilmuwan proyek DSCOVR di Goddard Space Flight Center NASA yang mengabadikan gambar itu dan mengamatinya, lantas mendapati cahaya berkilau.



Sebelumnya penampakan cahaya tersebut sudah pernah terlihat pertama kali oleh Carl Sagan pada 1993 saat pesawat Nasa, Galileo mempelajari Yupiter dan mengarahkan lensanya ke Bumi.

"Terlihat jelas hamparan luas samudra biru dan garis pantai, pemeriksaan yang cermat terhadap gambar tersebut menunjukkan area refleksi seperti cermin yang bukan berada di laut, tapi di darat," ujar Sagan dan rekan-rekannya dalam penelitian mereka yang dipublikasi pada jurnal Nature 1993 (Dikutip Liputan6.com pada tanggal 18/05/2017).

Image: Liputan6.com

Marshak juga mengungkapkan bahwa juga menemukan sejumlah cahaya terang di darat.

"Ketika saya melihatnya pertama kali, saya pikir ada air di sana, atau danau yang merefleksikan cahaya Matahari. Namun cahaya itu sangat besar, sehingga bukan itu penyebabnya," kata Marshak (Dikutip dari Liputan6.com pada tanggal 18/05/2017).

Namun untuk menjelaskan fenomena tersebut, maka kemungkinannya adalah kristal es yang melayang di atmosfer, memantulkan cahaya Matahari.

Untuk mendukung pernyataan itu maka harus mendata penampakan cahaya dari Bumi yang berada di daratan dengan citra satelit. Secara keseluruhan, cahaya itu tampak sebanyak 866 kali.

Berdasarkan refleksi cahaya, maka hanya satu titik yang menghasilkan cahaya itu. Hal itu karena sudut antara Bumi dan Matahari sejajar dengan sudut Bumi dengan kamera satelit.
Tapi, kalo menurut saya sih UCers, Cahaya itu berasal dari dua kota suci. Kalian pasti tahu kan?
Mekah dan Madinah

Referensi: Liputan6.com

Konten ini bukan karya jurnalistik dan merupakan pendapat pribadi penulis We-Media, serta tidak mewakili pandangan dari pihak UC News

Arifatul Khoir,

Seorang penulis akan terus menelurkan karya, karena Ia yakin walaupun badan tak lagi mengandung roh, Namun Ia terus hidup di hati pembacanya

No comments

Powered by Blogger.